Terdapat beberapa kelebihan yang bisa diperoleh dari budi daya ikan gabus dengan penggunaan keramba bambu, sebagaimana berikut ini:
- Serangan hama pada ikan gabus dapat dicegah. Ikan gabus akan terlindungi dengan adanya keramba sehingga berbagai macam kerugian dapat lebih diminimalisir.
- Kondisi perkembangan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan lebih baik. Pergantian air yang terjadi setiap saat harus diimbangi dengan pemberian pasokan oksigen dalam jumlah yang memadai.
- Sisa makanan dan kotoran ikan dapat langsung terbuang.
Sarana utama yang harus tersedia dalam usaha budi daya ikan gabus-terutama untuk pembenihan dan pendederan-adalah kolam pemijahan atau penetasan, pemeliharaan induk, dan penampungan benih. Sarana penunjang biasanya berupa kolam pemberokan, sedimentasi, penyaringan, pemeliharaan ikan donor, dan penampungan hasil. Selain itu, tempat bahan kimia, obat-obatan, gudang untuk tempat pupuk, pakan, peralatan, dan bangsal pengepakan juga harus tersedia.
Sementara itu, prasarana yang harus tersedia adalah sumber air yang memadai. Sarana dan perlengkapan dalam budi daya ikan gabus harus dipersiapkan guna mendukung kelancaran proses budi daya. Supaya hasil dapat maksimal, ketahui berbagai hal yang diperlukan seperti yang di uraikan berikut ini. Sam Altman August 29, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia
Sementara itu, prasarana yang harus tersedia adalah sumber air yang memadai. Sarana dan perlengkapan dalam budi daya ikan gabus harus dipersiapkan guna mendukung kelancaran proses budi daya. Supaya hasil dapat maksimal, ketahui berbagai hal yang diperlukan seperti yang di uraikan berikut ini. Sam Altman August 29, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses budi daya ikan gabus harus menyediakan kolam untuk sarana pendukung Lokasi kolam yang optimal harus dibangun di dekat sumber air dan bebas dari banjir. Sebaiknya, kolam dibangun pada lahan yang rendah, dengan tingkat kemiringan 2-5%. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengairan kolam Secara gravitasi. Terdapat beberapa jenis kolam yang harus disiapkan dalam proses budi daya ikan gabus sebagai pendukung kelancaran budi daya.
- Kolam Pemeliharaan Induk Pada pembenihan ikan gabus, luas kolam tergantung pada jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh, untuk pemeliharaan induk gabus memerlukan kolam dengan ukuran panjang 10-15 m, lebar 8-10 m, dan tinggi 1-1,5 m. Sebaiknya, kolam pemeliharaan induk gabus berbentuk persegi panjang dengan dinding tembok atau tanah. Pada bagian bibir kolam dipasang dinding plastik gelombang yang setinggi 50 em. Hal tersebut bertujuan supaya ikan gabus tidak merayap atau melompat ke luar kolam, terutama pada waktu turun hujan. Pemasukan air ke dalam kolam dapat dibuat dari paralon (pvc) atau bambu yang dipasang sedemikian rupa sehingga air yang masuk ke dalam kolam sedikit "terjun". Kondisi ini bertujuan agar pelarutan udara ke dalam air cukup baik dan memberi kesegaran bagi induk ikan gabus. Sedangkan, pengeluaran air dari kolam di buat bentuk monnik. 20 Dinding pintu air berlapis tiga. Dinding pertama adalah yang menghadap kolam. Di dasar dinding ini terdapat lubang yang berfungsi untuk membuang air, mulai dari bagian(lapisan) dasar air, di mana banyak kotoran menumpuk. Sekat di tengah terdiri atas papan-papan yang disusun dan dapat mengatur ketinggian air di dalam kolam. Dinding kolam dibuat dari bata dan batu kali yang disemen atau dibeton sehingga permukaannya licin. Dasar kolam bisa dari tanah, meskipun lebih baik apabila disemen. Hal ini bertujuan agar dasar kolam tidak mudah berlubang atau bocor sehingga tidak mengakibatkan ikan lepas dari kolam. Untuk dasar kolam yang disemen, sebaiknya berikan lapisan pasir bercampur tanah liat setebal 10 em supaya tercipta suasana yang alami bagi ikan gabus. Permukaan air di dalam kolam hendaknya tidak melampaui 20 cm dari bibir kolam supaya ikan gabus tidak melompat ke luar kolam.
- Kolam Pemijahan Kolam pemijahan adalah tempat pemijahan ikan gabus yang berupa kolam tanah atau bak tembok. Proses pemijahan bisa juga dilakukan di kolam terpal. Ukuran atau luas dari kolam pemijahan tergantung dari jumlah induk gabus yang akan dipijah. Sebagai contoh, untuk 1ekor induk gabus dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m2 dengan 18 buah ijuk atau kakaban. Dasar kolam untuk pemijahan dibuat dengan kemiringan rendah ke arah pembuangan. Hal ini bertujuan agar dasar kolam dapat dikeringkan dengan mudah. Pintu pemasuk dan pengeluaran air bisa menggunakan paralon dengan pintu bentuk monnik.
- Kolam Penetasan Pada dasarnya, bentuk kolam penetasan sama dengan kolam pe mijahan. Bahkan, sering kali, penetasan dilakukan dengan menggunakan kolam pemijahan. Sebaiknya, usahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang banyak telurnya.
- Kolam Pendeder Konstruksi kolam pendederan sama seperti kolam-kolam sebelumnya. Kegiatan pendederan disesuaikan dengan banyaknya larva ikan gabus yang hendak dipelihara. Bedanya, pada dasar kolam dibuat saluran dasar yang berada di dekat pintu pengeluaran atau sering juga disebut kemalir. Kemalir berfungsi sebagai tempat berkumpulnya benih ikan gabus saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih-benih ikan. Ketika hendak membuat kolam pendederan benih ikan gabus, perhatikan kemudahan dalam memelihara bibit di kolam tersebut. Sebaiknya, buat kolam dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemeliharaan benih ikan gabus. Sebagai contoh, ukuran tembok kolam yang biasa dipakai memilik lebar 1-2 m, dengan panjang 3-5 m. Sebaiknya, proses pendederan tidak menggunakan kolam yang masih baru karena masih panas dan banyak mengandung senyawa kimia yang dapat meracuni benih ikan gabus. Kolam yang masih baru perlu dinetralisir terlebih dahulu agar bisa digunakan untuk proses pen-dederan.
- Kolam baru diisi air hingga setengah penuh dan masukkan potongan-potongan batang pisang yang Cukup banyak.
- Isi kolam hingga penuh dan biarkan selama 1-2 minggu.
- Batang pisang yang membusukakan menyerap senyawa racun yang berbahaya bagi benih ikan gabus.
- Cuci hingga bersih dan kolam siap digunakan untuk pendederan.
- Sebelum digunakan, sebaiknya kolam tembok diberi kotoran sapi atau kotoran ayam sebanyak 200-500g/m2 serta kapur pertanian10-50 g/m2. Kotorantersebut berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan pakan alami (plankton dan jasad renik lainnya). Sementara kapur berguna untuk meningkatkan pH air dan membunuh bibit penyakit. Untuk daerah dengan pH air yang tinggi pemberian kapur sebaiknya tidak dilakukan. Meskipun ikan gabus dapat tumbuh dengan baik pada air tenang, namun akan lebih baik jika dilakukan pengontrolan air kolam secara rutin agar tetap bersih dan kandungan oksigen yang tinggi. Gunakan pipa paralon berdiameter +1em untuk mengeluarkan dan memasukkan air. Usahakan agar aliran air yang keluar masuk tidak terlalu deras.
- Berikan kassa pada aliran air keluar kolam untuk menghambat laju air keluar dan mencegah bibit terbawa keluar melalui aliran air tersebut.
Dalam usaha budi daya ikan gabus, pembudidaya membutuhkan peralatan dan perlengkapan untuk mendukung proses perkembangbiakan ikan gabus. Semakin lengkap peralatan dan perlengkapan yang dimiliki, maka semakin besar pula kemungkinan berhasilannya. Berikut beberapa peralatan dan perlengkapan yang harus disiapkan sebelum memulai budi daya ikan gabus.
- Ember, digunakan untuk menyimpan mengangkut sesuatu, seperti air, pakan, benih,dan lain sebagainya.
- Aerator, digunakan untuk membantu menambah oksigen saat hendak melakukan pendederan benih ikan gabus agar larva tetap sehat dan tumbuh dengan cepat.
- Jerigen pengangkut benih, digunakan untuk mengangkut benih. Berbeda dengan mengangkut ikan jenis lain yang biasanya menggunak plastik, benih ikan gabus Sebaiknya diangkut meng- gunakan jerigen yang dibuat lubang dari samping. Hal in ber tujuan untuk meminimalisir tingkat kematian ikan gabus saat pemindahan benih.
- Seser, digunakan untuk menangkap benih ikan gabus. Seser yang harus disediakan ada 2 jenis, yakni seser kasar dan halu
- Selang air, digunakan menyalurkan air. Dalam proses budi daya akan banyak berhubungan dengan air. Jadi, siapkan selang air sesuai kebutuhan.
- Pompa air, digunakan untuk memindahkan air, jika kolam tidak memiliki pembuangan khusus. Selain itu, pampa air juga bisa digunakan untuk mengisi air di kolam yang kosong.
- Hapa, digunakan untuk menampung larva ikan gabus. Selain itu, hapa juga berfungsi sebagai wadah penampungan atau pemeliharaan benih ikan gabus.
- Lain-lain, meliputi jaring halus untuk memanen, timbangan, keranjang, dan drum pengangkut hasil panen.
Teknik budi daya ikan gabus tidak jauh berbeda dengan budi daya ikan konsumsi lainnya. Hal pertama yang harus dilakukan untuk membudidayakan ikan gabus ialah pembenihan.pemijahan, penetasan telur, pendederan, dan pembesaran. Meskipun proses ini memerlukan waktu panjang dan biaya yang tidak sedikit, tetapi hal tersebut mutlak dilakukan oleh seseorang yang hendak membudidayakan ikan gabus.
Sam Altman
August 29, 2017
Budidaya Ikan Gabus
Bandung, Indonesia
Dalam melakukan pembenihan, induk gabus merupakan sarana produksi paling penting. Kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan tergantung induk yang hendak dipijah. Oleh karena itu, pilih induk unggul dan berkualitas untuk menuai hasil benih yang memuaskan.
Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan induk unggul, salah satunya dengan menyeleksi indukan ikan gabus. Ada beberapa tahap seleksi yang perlu dilakukan untuk mendapat induk ikan gabus unggul. Seleksi menentukan indukan unggul dimulai sejak ikan gabus masih berupa benih. Benih yang dipilih untuk pertumbuhannya cepat, tidak cacat, dan dalam keadaan sehat. Selanjutnya, benih tersebut dipelihara di tempat khusus guna mengoptimalkan hasil indukan berkualitas baik.
Sebaiknya, benih yang dipelihara untuk dijadikan induk tidak digunakan seluruhnya, tetapi hanya satu jenis kelamin saja. Misal, jika hanya menginginkan induk betina maka induk jantannya dipisah atau tidak digunakan. Agar induk betina yang dipilih dapat dipijahkan maka induk jantannya diambil dari daerah atau tempat lain agar tidak terjadi perkawinan sekerabat yang mungkin akan menghasilkan benih kurang baik. Untuk pembudidaya pemula, cara seleksi tidak mungkin bisa di lakukan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan induk unggul adalah dengan membeli. Induk unggul dapat diperoleh di balai benih ikan atau balai penelitian perikanan.
Masa mulai bertelur setiap jenis ikan berbeda-beda. Ikan nila mulai bertelur pada kisaran umur 6-8 bulan, sedangkan ikan mas umur 1,5 tahun. Sementara, masa mulai bertelur pada ikan gabus biasanya sekitar umur setahun atau bobot tubuhnya sudah mencapai 100 g.
Pemijahan pada ikan gabus bisa dilakukan dengan alami maupun buatan. Biasanya, pemijahan dengan cara alami dilakukan dengan cara mengawinkan gabus betina dan jantan. Caranya adalah dengan menaruh beberapa induk ikan gabus betina dan jantan dalam satu kolam supaya kawin secara alami.
Namun, metode pemijahan secara alami ini masih kurang diminati oleh pembudidaya ikan karena telur yang dihasilkan relatif sedikit. Salah satu cara pemijahan yang banyak dilakukan oleh pembudidaya adalah pemijahan buatan atau kawin suntik. Sebab, tingkat keberhasilannya lebih baik dan menghasilkan banyak telur daripada cara alami. Dalam proses pembenihan ikan gabus, terdapat tahapan tahapan yang harus dilakukan, yaitu pemilihan induk siap pijah, teknik p mijahan, dan penetasan telur. Sam Altman August 29, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia
Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan induk unggul, salah satunya dengan menyeleksi indukan ikan gabus. Ada beberapa tahap seleksi yang perlu dilakukan untuk mendapat induk ikan gabus unggul. Seleksi menentukan indukan unggul dimulai sejak ikan gabus masih berupa benih. Benih yang dipilih untuk pertumbuhannya cepat, tidak cacat, dan dalam keadaan sehat. Selanjutnya, benih tersebut dipelihara di tempat khusus guna mengoptimalkan hasil indukan berkualitas baik.
Sebaiknya, benih yang dipelihara untuk dijadikan induk tidak digunakan seluruhnya, tetapi hanya satu jenis kelamin saja. Misal, jika hanya menginginkan induk betina maka induk jantannya dipisah atau tidak digunakan. Agar induk betina yang dipilih dapat dipijahkan maka induk jantannya diambil dari daerah atau tempat lain agar tidak terjadi perkawinan sekerabat yang mungkin akan menghasilkan benih kurang baik. Untuk pembudidaya pemula, cara seleksi tidak mungkin bisa di lakukan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan induk unggul adalah dengan membeli. Induk unggul dapat diperoleh di balai benih ikan atau balai penelitian perikanan.
Masa mulai bertelur setiap jenis ikan berbeda-beda. Ikan nila mulai bertelur pada kisaran umur 6-8 bulan, sedangkan ikan mas umur 1,5 tahun. Sementara, masa mulai bertelur pada ikan gabus biasanya sekitar umur setahun atau bobot tubuhnya sudah mencapai 100 g.
Pemijahan pada ikan gabus bisa dilakukan dengan alami maupun buatan. Biasanya, pemijahan dengan cara alami dilakukan dengan cara mengawinkan gabus betina dan jantan. Caranya adalah dengan menaruh beberapa induk ikan gabus betina dan jantan dalam satu kolam supaya kawin secara alami.
Namun, metode pemijahan secara alami ini masih kurang diminati oleh pembudidaya ikan karena telur yang dihasilkan relatif sedikit. Salah satu cara pemijahan yang banyak dilakukan oleh pembudidaya adalah pemijahan buatan atau kawin suntik. Sebab, tingkat keberhasilannya lebih baik dan menghasilkan banyak telur daripada cara alami. Dalam proses pembenihan ikan gabus, terdapat tahapan tahapan yang harus dilakukan, yaitu pemilihan induk siap pijah, teknik p mijahan, dan penetasan telur. Sam Altman August 29, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia
Pemilihan atau seleksi induk bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad induk yang akan dipijahkan. Induk gabus yang hendak digunakan untuk pemijahan harus benar-benar siap memijah.
Induk gabus yang diseleksi merupakan bibit unggul dengan per tumbuhan bagus,berumur 1tahun atau lebih,berat induk minimal 0,5 kg/ekor, sehat, dan tidak cacat. Jika induk gabus yang dimaksud sudah diperoleh, sebaiknya ikan segera dipisahkan dan dipelihara sendiri di kolam pemeliharaan induk.
Membedakan ikan gabus jantan dan betina dapat dengan cara melihat fisik ikan gabus. Ciri ikan gabus jantan biasanya ditandai dengan bentuk kepala yang lonjong, warna tubuh cukup gelap, lubang pada kelamin memerah, dan jika diurut akan mengeluarkan cairan. kepala agak membulat dengan warna tubuh agak terang, bentuk perut sedikit besar, dan cenderung agak lembek apabila dipegang. Jika perut tersebut diurut makan akan mengeluarkan telur Sam Altman August 24, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia
Induk gabus yang diseleksi merupakan bibit unggul dengan per tumbuhan bagus,berumur 1tahun atau lebih,berat induk minimal 0,5 kg/ekor, sehat, dan tidak cacat. Jika induk gabus yang dimaksud sudah diperoleh, sebaiknya ikan segera dipisahkan dan dipelihara sendiri di kolam pemeliharaan induk.
Membedakan ikan gabus jantan dan betina dapat dengan cara melihat fisik ikan gabus. Ciri ikan gabus jantan biasanya ditandai dengan bentuk kepala yang lonjong, warna tubuh cukup gelap, lubang pada kelamin memerah, dan jika diurut akan mengeluarkan cairan. kepala agak membulat dengan warna tubuh agak terang, bentuk perut sedikit besar, dan cenderung agak lembek apabila dipegang. Jika perut tersebut diurut makan akan mengeluarkan telur Sam Altman August 24, 2017 Budidaya Ikan Gabus Bandung, Indonesia

